A Mutu pendidikan yang merosot. B. Biaya pendidikan yang mahal. C. Sistem pendidikan yang baik. D. Masalah pendidikan di Indonesia. E. Fungsi pendidikan di masyarakat. Pembahasan. Teks di atas termasuk teks editorial, yakni jenis teks yang berisi pendapat penulis terhadap sebuah isu aktual yang terjadi, teks editorial dapat ditemukan di surat SISTEMPENDIDIKAN DI INDONESIA (MUNIRAH) 233 SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA: antara keinginan dan realita Munirah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 36 Samata Gowa Email: iramunirah74@ Sistem pendidikan di Indonesia, yang didasarkan pada sistem pendidikan diharapkandimiliki oleh seseorang yang berkedudukan di masyarakat, kemudian peranan adalah bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Peranan merupakan bagian dari sesuatu yang harus dilaksanakan berdasarkan ketepatan waktu, dalam hal yang menjadi bagian dari apa yang dilakukan dalam hal pemegang pimpinan. Selanjutnya menurut Darminto (200: Bacalahkutipan teks berikut!Apa yang diharapkan warga dari sebuah sistem pendidikan ? Bagi orang awam sekalipun pasti tahu bahwa yang dibutuhkan adalah mEBNZ. A Sistem pendidikan yang baik. B Biaya pendidikan yang mahal. C Mutu pendidikan yang merosot. D Fungsi pendidikan di masyarakat. E Masalah pendidikan di Indonesia. Jawaban dari pertanyaan di atas adalah A Sistem pendidikan yang baik. Untuk memahami alasannya, mari simak pembahasan berikut. Paragraf adalah penggabungan kalimat yang berisi suatu gagasan utama atau ide pokok dan beberapa gagasan pendukung. Untuk dapat memahami isi paragraf adalah dengan menemukan ide pokok atau gagasan utama paragraf tersebut. Ide pokok atau yang disebut juga gagasan utama adalah ide yang disampaikan oleh penulis menjadi suatu pokok pembahasan dalam sebuah paragraf. Sebagai pokok pembahasan, ide pokok biasanya akan didukung dengan gagasan penjelas. Ciri-ciri Ide pokok Mengandung pokok persoalan atau inti secara eksplisit dalam kalimat pokok dituangkan dalam satu kalimat utama bisa diidentifikasi dengan mudah melalui jenis paragraf pokok bisa terletak di awal, akhir, atau awal dan akhir sebuah paragraf. Berdasarkan penjelasan tersebut, ide pokok dari paragraf di atas adalah harapan warga dari sebuah sistem pendidikan. Hal ini terdapat pada awal paragraf. Ide pokok adalah inti persoalan sehingga paragraf di atas membahas “sistem pendidikan yang baik.” Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta14 Januari 2022 0308Halo, Andy D, terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab, ya. Jawaban dari pertanyaan di atas adalah A Sistem pendidikan yang baik. Untuk memahami alasannya, mari simak pembahasan berikut. Paragraf adalah penggabungan kalimat yang berisi suatu gagasan utama atau ide pokok dan beberapa gagasan pendukung. Untuk dapat memahami isi paragraf adalah dengan menemukan ide pokok atau gagasan utama paragraf tersebut. Ide pokok atau yang disebut juga gagasan utama adalah ide yang disampaikan oleh penulis menjadi suatu pokok pembahasan dalam sebuah paragraf. Sebagai pokok pembahasan, ide pokok biasanya akan didukung dengan gagasan penjelas. Ciri-ciri Ide pokok 1. Mengandung pokok persoalan atau inti persoalan. 2. Dinyatakan secara eksplisit dalam kalimat utama. 3. Ide pokok dituangkan dalam satu kalimat utama. 4. Kalimat utama bisa diidentifikasi dengan mudah melalui jenis paragraf bacaan. 5. Ide pokok bisa terletak di awal, akhir, atau awal dan akhir sebuah paragraf. Berdasarkan penjelasan tersebut, ide pokok dari paragraf di atas adalah harapan warga dari sebuah sistem pendidikan. Hal ini terdapat pada awal paragraf. Ide pokok adalah inti persoalan sehingga paragraf di atas membahas "sistem pendidikan yang baik." Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A. Semoga membantu. Ilustrasi Pendidikan untuk Anak-anak dari Keluarga Miskin. Foto ShutterStockSeorang filsuf pernah berkata, "Semua manusia dilahirkan sama." Namun, dalam praktiknya, kita hidup dalam dunia yang penuh dengan ketidakseimbangan dan ketidakadilan, terutama dalam hal pendidikan. Salah satu aspek yang sering kali tidak kita sadari adalah peran "privilege" dalam pendidikan anak-anak orang kaya. Bagaimana kekayaan mempengaruhi akses dan kualitas pendidikan? Adakah peluang yang sama bagi mereka yang lahir tanpa 'privilege' ini?Sebagai contoh, lihatlah sistem pendidikan kita yang kerap menghadapi kritik karena biaya pendidikan yang terus meningkat. Menurut data dari Badan Pusat Statistik BPS, biaya pendidikan di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 7,45% dalam lima tahun terakhir. Bagi keluarga berpenghasilan tinggi, ini bukan masalah. Namun, bagi keluarga berpenghasilan rendah, ini berarti harus memilih antara membiayai kebutuhan pokok atau pendidikan anak-anak Luther King Jr., dalam salah satu pidatonya, mengatakan, "Kesempatan yang sama tidak berarti apa-apa tanpa kemampuan yang sama." Anak-anak dari keluarga kaya mungkin memiliki akses ke institusi pendidikan berkualitas tinggi, tetapi apa yang terjadi dengan anak-anak yang tidak beruntung memiliki 'privilege' ini?Sebuah penelitian oleh University of California menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga berpenghasilan tinggi cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Namun, penelitian tersebut juga mencatat bahwa kemampuan bawaan bukanlah penentu utama dari keberhasilan ini. Sebaliknya, faktor-faktor seperti akses ke sumber belajar berkualitas dan lingkungan yang kondusif untuk belajar berperan besar dalam membentuk prestasi kita akan berpikir, "Ini hanyalah cara dunia bekerja." Namun, sebagai masyarakat yang mendorong persamaan dan keadilan, kita harus berusaha untuk menciptakan lingkungan di mana setiap anak memiliki akses yang sama ke pendidikan berkualitas, terlepas dari keadaan finansial 31 UUD 1945 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Hak ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang beruntung lahir dalam keluarga kaya. Sebagai negara dan masyarakat, kita harus berusaha untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, tidak peduli dari latar belakang mana mereka kata Nelson Mandela, "Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia." Jika kita ingin meraih masa depan yang lebih baik, kita harus memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Berarti, membangun sistem pendidikan yang inklusif, yang tidak hanya memprioritaskan mereka yang beruntung memiliki 'privilege', tetapi juga memberikan ruang bagi mereka yang kurang Aisyah, seorang anak tukang becak di Jakarta, menjadi contoh sempurna bagaimana 'privilege' dalam pendidikan bisa menjadi penghalang. Meski memiliki keinginan kuat untuk belajar, Aisyah kerap menemui hambatan karena keterbatasan finansial. Ketika teman-temannya memiliki akses ke tutor pribadi dan teknologi terkini, Aisyah harus memaksimalkan apa yang ada di sekolah negeri lokalnya. Ia menjadi bukti nyata bagaimana kurangnya 'privilege' bisa menghambat akses seseorang terhadap pendidikan hal ini, kebijakan pendidikan juga berperan penting. Sebagai contoh, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud perlu melakukan intervensi lebih lanjut, seperti memberikan subsidi pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah dan memperbanyak program beasiswa untuk membantu anak-anak yang tidak memiliki 'privilege'.Malcolm X pernah berkata, "Pendidikan adalah paspor menuju masa depan, karena hari esok milik mereka yang mempersiapkannya hari ini." Bagaimana kita bisa berharap mencapai masa depan yang lebih baik jika hanya sebagian kecil dari populasi kita yang memiliki paspor ini? Bukankah seharusnya setiap anak, terlepas dari keadaan finansial keluarganya, berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas?Dalam pandangan ini, 'privilege' harus diakui dan ditangani dengan benar dalam sistem pendidikan kita. Sebab, pendidikan bukanlah tentang membuat anak-anak orang kaya menjadi lebih kaya, atau memastikan bahwa mereka yang lahir dalam kemewahan tetap di posisi puncak. Lebih dari itu, pendidikan adalah tentang memberdayakan setiap individu untuk mencapai potensi terbaik mereka, membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif, dan memastikan bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk seperti setiap anak berhak mendapatkan cinta dan kasih sayang, setiap anak juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Dan itu berarti memastikan bahwa 'privilege' tidak menjadi batu sandungan, melainkan menjadi alat untuk mencapai kesetaraan dan keadilan pendidikan. Hanya dengan cara ini kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan masa depan yang lebih cerah untuk kita semua.