KARAWANG Cellica Nurrachadiana mengaku akan fokus merampungkan tugasnya sebagai Bupati Karawang, usai kalah dalam Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat Karawang.. Cellica mengatakan, pada Muscab DPC Demokrat Karawang periode 2022-2027, ada dua calon ketua. Pertama, Pendi Anwar yang dudukung 11 PAC.
CellicaNurrachadiana merupakan Bupati Karawang, Jawa Barat periode 2016-2020, berpasangan dengan Ahmad Zamakhsari. Selasa, 24 Maret 2020 20:19 WIB Editor: Archieva Prisyta
Sebelummemasuki lokasi pemilihan, warga wajib mencuci tangan dan pengecekan suhu badan di TPS 11 Desa Klari, Kecamatan Klari, Karawang, Jawa Barat, Rabu(9/12/2020). KARAWANG, KOMPAS — Cellica Nurrachadiana dan Aep Syaepuloh ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang terpilih berdasarkan hasil Pemilihan Kepala Daerah 2020.
Karawang- Bupati Karawang dr. Hj.Cellica Nurachadiana turut berduka atas wafatnya Presiden Republik Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie (Habibie).- "Juga seorang suami yang mencintai istrinya. Sampai akhirnya perjalan kisah cintanya dibuat sebuah film. Ini mengispirasi kita semuanya," katanya.-
AndiArief (Foto: dok. Andi Arief) Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menegaskan Demokrat tidak membuang Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, yang kalah di musyawarah cabang atau muscab
Bandung- dr. Hj. Cellica Nurrachadiana dan H. Aep Syaepulloh resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang terpilih hasil Pilkada serentak 2020.Pelantikan tersebut dipimpin secara langsung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (26/2/2021) pagi. Usai pelantikan, Gubernur Emil menyampaikan ucapan selamat kepada sejumlah Kepala Daerah terlantik diantaranya
KARAWANG- Masyarakat Kabupaten Karawang bertanya-tanya akan status Instagram dr.Cellica Nurrachadiana yang memposting foto ia bersama pria begitu mesra pada Sabtu 1 Desember 2018 lalu di salah satu tempat. Namun disayangkan muka foto pria itu ditutup dengan gambar lain, sehingga tidak jelas siapa dibalik foto tersebut? Akan tetapi menurut perbincangan publik itu adalah calon suaminya Bupati
KARAWANG Ketua DPC Partai Demokrat Karawang Cellica Nurrachadiana menyebut konferensi luar biasa (KLB) yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara tak memenuhi syarat.. Bupati Karawang itu juga menolak ajakan untuk bergabung dalam KLB.. Cellica menyebut KLB yang sah harus dihadiri 100 persen ketua DPD dan DPC, juga atas sepengetahuan dan izin majelis tinggi partai.
BupatiKarawang, Cellica Nurrachadiana bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat membuka acara Pesta Rakyat Simpedes di Lapangan Galuh Mas, Karawang pada Jumat (5/8/2022). WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG-- --- Pesta rakyat di Karawang, Jawa Barat digelar ditengah kasus Covid-19 sedang naik kembali.
PetaKarawang ; Statistik Sektoral 2020 ; Statistik Sektoral 2021 ; Statistik Sektoral Kecamatan 2020 ; Statistik Sektoral Kecamatan 2021 ; Sosialisasi . Produk Hukum ; Kerja Sama ; Citarum Harum Bupati Cellica:
mqh4T6B. TEMPO Interaktif, Karawang - Pasangan Ade Swara dan Sellica Nurahdiana yang mengumpulkan suara terbanyak dalam pemilihan bupati Karawang bakal segera ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang terpilih periode 2010-2015 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah KPUD Karawang. Pasangan tersebut pada pemilihan yang digelar Ahad lalu meraup suara suara atau 38,80 persen. Emay Achmad Maehi, Ketua KPUD Karawang, saat dihibungi Tempo, Jumat 19/11, mengatakan, penetapan calon terpilih akan dilakukan melalui rapat pleno lengkap yang akan digelar awal pekan depan. “Rencananya sih Senin 22/11,” kata Emay. Pasangan Ade-Sellica yang diusung koalisi Partai Demokrta, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra dan Partai Bulan Bintang itu mempercundangi pasangan incumbent Sonny Gersona-Dadang S Muchtar yang dijagokan Partai Golkar yang memperoleh suara suara atau kedua pasangan Eli Amalia Priatna-Endang Abdullah yang digadang-gadang Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Bintang Reformasi menduduki peringkat ketiga dengan raihan suara suara atau 16,02 persen, peringkat keempat diduduki pasangan Karda Wiranata dan Deden Darmansyah yang diusung PDI Perjuangan yang mengantongi suara atau 12,70 persen dan pasangan Endang Warsa – Agustia Mulyana dari jalur perseorangan hanya memperoleh suara suara atau 02,42 yang diperoleh dari KPUD Karawang menyebutkan pemilihan bupati tersebut harusnya diikuti oleh daftar pemilih tetap. Tapi, pada saat pelaksanaan pesta demokrasi itu, pemilih yang mendatangi bilik-bilik suara dan menyalurkan aspirasinya hanya mencapai suara atau 63,69 persen. Sedangkan yang dinyatakan Golput mencapai Ihwal masih tingginya angka Golput tersebut, Riesza Affiat, anggota KPUD Karawang, mengatakan, angka partisipasi warga dalam pemilihan ini menurutnya justru masih tinggi jika dibandinghkan dengan angka partisipasi pemilukada di daerah lainnya di Jawa Barat. “Tapi memang meleset dari target kami yang diharapkan mencapai 70 persen,” kata SUTISNA
- Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana memberikan respons terkait warganya, Dede, yang menjadi budak belian di Suriah. Cellica menegaskan, pihaknya akan membantu memulangkan Dede dari upaya pemulangan itu, Cellica menyatakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Kemenlu dan Kementerian Tenaga Kerja Kemenaker. Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja sudah berkoordinasi dengan pihak sponsor Dede dan mereka siap membantu memulangkan pekerja imigran asal Karawang itu. "Dinasker Karawang sudah komunikasi dengan sponsornya, dan sponsornya siap membantu kepulangan. Berkoordinasi dengan Kemenlu dan Kemenaker," kata Cellica dilansir dari Jumat 31/3/2023. Baca juga PMI Asal Karawang Dijual Berkali-kali Jadi Budak di Suriah Tolong Saya, Saya Pengin Pulang Lebih jauh Bupati menjelakan, berdasarkan penelusuran Disnakertrans Karawang, pekerja migran Indonesia asal Karawang bernama Dede itu berangkat ke luar negeri tanpa prosedur yang benar dengan memalsukan data nama dan alamat bersangkutan. Meski Dede masuk kategori tenaga kerja ilegal, namun Cellica memastikan pihaknya tetap berusaha memulangkan PMI tersebut ke kampung halamannya. Hanya saja, proses pemulangannya memakan waktu lebih lama dibanding tenaga kerja legal. Cellica pun memerintahkan kepala Disnakertrans Karawang untuk mengontak Dede demi menggali data yang sebenarnya agar mempermudah proses pemulangan. "Sekali lagi kami tetap bantu walaupun ini sebenarnya ilegal ya. Jadi ini bukan kasus satu kali dua kali. Dulu ada kasus sama di Saudi Arabia kami pulangkan," tandasnya. Sementara itu, Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi memastikan bahwa Dede tidak tercatat sebagai pekerja migran Indonesia PMI legal setelah melakukan pemeriksaan di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri SISKOTLN. Rosmalia mengaku pihaknya mendapatkan informasi tentang PMI atas nama Dede Asiah Awing Omo 37 dari video yang viral di media sosial. Ia kemudian bergerak melakukan penelusuran dan mendapatkan data alamat Dede di Perumahan BMI 1 Dawuan, Cikampek. "Tapi tanya RT RW tidak ada identitas itu. Kita terus cari informasi, alhamdulillah dapatkan nomor suaminya," kata Rosmalia, Selasa 28/3/2023. Pihaknya kemudian meminta suami Dede untuk datang ke kantor Disnakertrans Karawang untuk membawa data-data PMI tersebut. Data tersebut, kata Rosmalia, sangat dibutuhkan untuk laporan ke Kemenlu dan Kemenketrans. Ia mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI Wilayah Jawa Barat untuk bantu pemulangan dugaan tindak pidana perdagangan orang, Rosmalia menyatakan diserahkan sepenuhnya ke aparat hukum. Jadi budak belian Sebelumnya, video seorang PMI bernama Dede yang mengaku dijual sebagai budak di Suriah viral di media sosial. Dalam video itu, Dede meminta tolong agar dipulangkan ke Karawang. Dede pun menceritakan awal mula dirinya dijadikan budak belian di Suriah. Awalnya, ia menerima tawaran bekerja sebagai PMI oleh perusahaan penyalur tenaga kerja. "Jadi awal-awalnya saya diiming-imingin kerja di Turki gaji 600 dolar, tapi setelah mendarat di Istanbul, saya dibuang ke Suriah," kata Dede. Belakangan Dede mengetahui bahwa dirinya dijual perusahaan penyalur tenaga kerja sebesar dolar AS atau setara dengan Rp 179,8 juta dengan kurs Rp per 1 dolar. Karena sudah dijual, Dede diwajibkan untuk mengabdi ke majikannya di Suriah itu selama 4 tahun. Selama menjadi budak belian di Suriah, Dede mengaku bekerja dengan sabar. Tidur jam dua malam dan bangun jam 6 atau 7 pagi. Dede merasa tidak kuat lagi. Apalagi perutnya kerap sakit akibat luka bekas operasi cesar. Ia sempat sakit dan dipulangkan ke kantornya. Setelah istirahat seminggu sampai dua minggu, Dede kembali bekerja dengan ritme yang sama. Dede berusaha untuk mengadukan nasibnya itu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus, Suriah. Namun laporannya tidak kunjung ditindaklanjuti. Saat ini, Dede mengaku masih belum bisa keluar dari tempat penampungannya saat ini. "Di sini juga saya udah coba untuk ngehubungin KBRI, tapi KBRI tidak ada tindakan, jadi saya bingung minta tolong ke siapa? lapor ke siapa?," ungkapnya samil menyeka air mata. Baca juga Viral Video PMI Asal Karawang Dijual Jadi Budak di Suriah, Bupati Cellica Kami Akan Pulangkan "Saya cuma ngeluh ke suami saya, tapi suami saya udah bolak-balik ke Polres Karawang minta bantuan sana-sini, udah ngehabisin uang buat nolongin saya, tapi belum ada pertolongan dari siapapun," ucap dia. "Tolong bantu saya, tolong bantu saya, saya pingin pulang," kata Dede memelas. Sumber Penulis Kontributor Karawang, Farida Farhan Editor Reni Susanti Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Foto Instagram/Cellica Nurrachadiana Jakarta - dr. Cellica Nurrachadiana lahir di Bandung, 18 Juli 1980. Ia menjabat Bupati Karawang untuk periode 2015-2020. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang untuk masa bakti 2010-2015. Karena menjadi pejabat di usia muda, ia dinobatkan sebagai Wakil Bupati termuda se-Indonesia saat ditempuh di kota kelahirannya Bandung. Setelah lulus SMA di Bandung, Cellica melanjutkan studi pendidikan dokter di Universitas Kristen Maranatha yang kemudian mengambil S2 hukum kesehatan di Universitas Katolik tua saya itu penggemar mobil. Saya dikasih nama Cellica, adik saya rumah tangga tak seberuntung kariernya, ia bercerai dengan suaminya dengan memiliki satu anak. Menurut Cellica, namanya berasal dari mobil Toyota Celica yang dibeli orang tuanya ketika ia beredar nama Cellica merujuk pada tipe mobil sedan buatan Toyota. Hal itu dibenarkan bupati perempuan pertama di Karawang itu. Ketika ia datang ke pabrik Toyota di KIIC untuk mesosialisasikan peraturan bupati Karawang nomor 8 tahun 2016, di depan Warih Andang Tjahjono, Vice President Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Cellica mengatakan alasannya."Orang tua saya itu penggemar mobil. Saya dikasih nama Cellica, adik saya Ferrari. Waktu saya lahir, ayah saya memang beli mobil Toyota Celica tahun 1980," kata dia, saat mengunjungi pabrik Toyota di Karawang International Industrial City KIIC, Kamis, 21 April 2016. Bupati Karawang, Dr. Cellica Nurrachadiana Terdeteksi mengidap Covid-19. Foto Instagram/cellicanurrachadianaKariernya dimulai ketika ia menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan. Tak hanya itu, ia juga sempat ikut tampil dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan 2011 memerankan dokter yang merawat tokoh ke PolitikPada pemilu 2009, Cellica memantapkan diri untuk terjun ke dunia politik praktis dengan mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat. Ia berhasil lolos dan dilantik tanggal 31 Agustus pada pilkada 2010, ia maju sebagai wakil bupati mendampingi Ade Swara dan menang dengan mengeruk suara 38,8 %, mengalahkan petahana Sonny Gersona. Mereka dilantik pada 27 Desember 2010. Pengganti Cellica di DPRD baru diangkat pada Juni baik menghampirinya, ketika Ade ditangkap dan didakwa korupsi dan pencucian uang. Cellica resmi diangkat sebagai pelaksana tugas bupati pada 24 Desember 2014 sampai masa jabatannya berakhir bulan Desember 2015. Pada pilkada 2015 ia maju sebagai calon bupati bersama Ahmad Zamaksyari dan memenangkan dengan suara mayoritas tipis 51,06 % atau suara. Ia dilantik oleh Gubernur Ahmad Heryawan pada tanggal 17 Februari Karawang, Dr. Cellica Nurrachadiana. Foto Instagram/cellicanurrachadianaSebagai bupati, Cellica memperkenalkan program rumah susun di Karawang untuk mengurangi pemanfaatan lahan karena lahan pertanian semakin berkurang akibat ekspansi kawasan industri. Pada tahun 2018, ia berseteru dengan wakilnya soal mutasi ratusan pejabat kabupaten. Wakilnya berencana maju melawan Cellica dalam pilkada peluncuran bukunya pada Maret 2016, ia menyampaikan sebuah pidato yang berbuah ancaman penculikan oleh Front Pembela Islam. Isu ini kemudian diklarifikasi dan diselesaikan. Penyebabnya adalah media setempat tidak lengkap mengutip pernyataan Lengkap dr. Cellica NurrachadianaNama Panggilan Teh CellicaTempat dan Tgl. Lahir Bandung, 18 Juli 980Agama IslamAlamat Rumah Jl. Ir. Suratin No. 3 Kec. Karawang Timur Kab. KarawangJabatan Bupati KarawangPendidikan FormalSD BPI 1 BandungSMP BPI 1 BandungSMA N 5 BandungFakultas Kedokteran Umum Universitas Maranatha BandungPascasarjana Magister Hukum Kesehatan Universitas SoegiapranataRiwayat PemerintahanAnggota DPRD Provinsi Jawa Barat 2009-2010Wakil Bupati Karawang 2010-2014Plt. Bupati Karawang 2014-2015Bupati Karawang 2016 – SekarangPengalaman OrganisasiDokter Kecil SD BPI 1 BandungWakil Ketua OSIS SMP BPI 1 BandungPengurus Harian OSIS SMA Negeri 5 BandungSenat Mahasiswa Universitas Maranatha BandungDeklarator Koalisi KerakyatanIkatan Istri Anggota Dewan IKIAD Prov. Jawa BaratKPPI Prov. Jawa BaratKetua Cabor Anggar Kab. KarawangKetua Perwosi Kab. KarawangDewan Penasehat Karang TarunaDewan Nasehat Persika KarawangDewan Penasehat KONI Kab. KarawangRiwayat KepartaianWakil Ketua Bidang Kesehatan DPD Partai Demokrat Prov. Jawa BaratKetua DPC Partai Demokrat Kabupaten KarawangKetua Perempuan Demokrat Republik Indonesia PDRI Kabupaten KarawangDewan Penasehat PDIB Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu. []Baca jugaBupati Karawang Cellica Nurrachadiana Positif CoronaTiga Kepala Daerah di Jawa Barat Positif Covid-19